Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Mengetahui Persebaran Domisili Siswa

Di atas ini merupakan output Informasi Geografis sederhana dari sebuah Aplikasi Pemetaan komersial yang menyediakan akun gratis sementara untuk kita pengguna baru mencobanya. Setelah mendapatkan data Peserta Didik dari dapodik, diambil beberapa kolom yang berhubungan dengan Alamat Tempat Tinggal Siswa diantaranya Nama Jalan, Dusun, Desa, Kecamatan dan Kabupaten serta Propinsi kemudian copy lalu paste kedalam form yang disediakan oleh Aplikasi tersebut. Dengan hanya melakukan usaha itu kemudian menekan tombol Proses sekalipun harus menunggu beberapa satuan menit keluarlah Gambar Persebaran Peserta didik beserta alamatnya tadi yang menjadi kolom dan baris dalam aplikasi Pengolah Angka Office. Sekalipun hanya tersedia dalam bahasa Inggris aplikasi ini sangat mudah digunakan karena memakai konsep Intuitive Graphical User Interface bahkan berbasis web sehingga tidak bergantung pada platform atau Sistem Operasi komputer yang kita pakai untuk menjalankannya.

Aplikasi ini didukung oleh Teknologi Pemetaan Level Perusahaan Google, sehingga cakupan global bukan sekedar harapan bagi pengguna serta peralatan kelas dunia. Aplikasi ini juga bisa didapatkan di Play Store untuk pengaksessan secara mobile. Inilah yang dinamakan dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis, penulis selain merasa penting para pembaca terutama para siswa kami untuk mengenal aplikasi semacam ini tapi juga ingin bernostalgia dimana kami pernah diminta mengampu Mata Kuliah Jenis Aplikasi ini untuk di bawakan kepada Mahasiswa S1 Teknik Informatika, dimana ternyata dulu sekitar tahun-tahun itu Sistem Informasi Geografis masih terlampau baru diadopsi oleh pengguna di Indonesia sekalipun masih juga pada level penelitian dilingkungan kampus dan lembaga penelitian saja.

Pemerintah lewat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menekankan kebijakan Zonasi yang kita pahami sebagai niat baik untuk lebih membatasi jarak sekolah dari rumah calon peserta didik dalam memilih sekolah. Penulis yakin bahwa sejalan dengan kebijakan tersebut, pemerintah juga memanfaatkan teknologi semacam ini sekalipun tidak perlu disosialisasikan secara umum kepada masyarakat. Namun kemanfaatan jelas dirasakan oleh Satuan pendidikan deseluruh Nusantara dengan integrasi fitur SIG ini dengan data demografis sekolah dalam hal ini Data Pokok Pendidikan(Dapodik). SIG membantu pengguna membuat, mengelola, menganalisis dan memvisualisasikannya pada Peta. Kebanyakan orang berfikir bahwa SIG hanya aplikasi pembuat peta saja padahal Pemerintah, Pebisnis dan banyak orang memperdalam analisisnya kedalam aspek spasialnya, terlebih beberapa masalah besar planet kita dipahami paling baik secara spasial, misal Perubahan Iklim, Bencana Alam dan dinamika populasi.

Dari semua ini penulis ingin mengungkapkan bahwa disaat sekarang ini, tidak ada salahnya bahkan akan sangat bijaksana jikalau sekolah secara pengelolaannya menggunakan output dari SIG ini, diantaranya untuk mengambil langkah strategis terutama dalam hal Penerimaan Peserta Didik Baru, selain secara pembelajaran pun siswa dapat diberikan inspirasi untuk lebih semangat dalam pembelajarannya setelah dikenalkan pada banyak profesi yang berhubungan dengan pemanfaatan SIG seperti Kartografer, Administrator Basisdata, Programmer bahkan Surveyor Tanah dan Lahan yang mengentrikan data secara life pada spot lokasi yang berhubungan.